Abu Uyainah As-Sahaby Ruang Sakinah

Ya Allah, Berkahilah Hubungan Cinta Kami

Betapa bahagianya sebuah hubungan pernikahan yang diberkahi dan diridhoi Tuhan Allah Rabb Semesta Alam. Betapa manisnya keromantisan yang dilakukan di atas perintah Allah yang disampaikan melalui lisan sang Nabi Muhammad rupawan. Sungguh, jiwa mana pun itu, makhluk apa pun itu, manusia mana pun itu, kaya atau miskin pastilah sangat ingin kehidupan yang dijalaninya diberkahi Allah, Rabb Semesta Alam. Terlebih dalam hubungan cinta yang diwujudkan dalam sebuah pernikahan.Siapa yang tidak ingin pernikahannya yg dilandasi perasaan saling suka dan saling mencintai oleh Allah diberkahi dan diridhoi.Semua manusia yang beriman kepada Allah Ta’aala pastilah menginginkan itu terjadi.

Namun apa yang sudah dilakukan untuk mewujudkan keridhoan Allah benar-benar datang. Apa yang sudah diusahakan agar itu semua tak hanya menjadi angan-angan. Apa hanya dengan duduk terdiam tanpa melakukan apa pun lalu keridhoan Allah akan datang, sepertinya tidaklah demikian. Karena untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, haruslah diimbangi dengan usaha yang matang.Dan hal demikianlah yang harus dilakukan jika hati dan jiwa memang mengharapkan keridhoan Allah tidak hanya menjadi angan-angan. Dan tidak ada usaha yang pantas diusahakan demi mengharapkan keridhoan Allah benar-benar datang, melainkan dengan menjalankan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi segala yang Allah larang. Dan berikut ini yang mampu dilakukan agar keberkahan, Allah hadirkan dalam sebuah hubungan cinta yang kita ikat dengan tali pernikahan.

  1. Berdoa kepada Allah Ta’aala, semoga pernikahan kita ini diberkahiNya. Dengan mengucapkan doa yang sebagaimana diajarkan oleh sahabat Nabi, Abdullah bin Mas’ud. Ketika datang padanya seseorang lalu ia berkata, “Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku.” Abdullah bin Mas’ud pun berkata, “Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari syaitan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika istrimu datang kepadamu, maka perintahkanlah ia untuk melaksanakan sholat dua roka’at di belakangmu. Lalu ucapkanlah doa kepada Allah Ta’aala;
Baca Juga  Teringat Olehku Waktu Itu

اللهم بارك لي في أهلي و بارك لهم في اللهم ارزقني منهم وارزقهم مني اللهم جمع بيننا ما جمعت إلي خير و فرق بيننا إذا فرقت إلي خير

“Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan istriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku.Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku.Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.” (HR. Abdurrazzaq)

  1. Bertaubat kepada Allah Ta’aala atas segala kesalahan yang mungkin dulu kita lakukan ketika hendak meminangnya lalu menjadikannya seorang istri. Adapun yang dimaksudkan dengan kesalahan adalah melakukan segala hal yang Allah dan Rasul-Nya telah melarang dan tidak mensyari’atkan. Diantaranya;
  2. Pacaran sebelum akad nikah dilangsungkan. Hal ini sebagaimana Rasulullah telah mengancam dengan bersabda, “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (Shahih, HR. Ahmad, al-Bukhori, Muslim)
  3. Tukar cincin atau pertunangan. Hal ini sebagaimana Rasulullah sabdakan, “Emas dan sutra dihalalkan untuk wanita dari ummatku dan diharamkan itu atas laki-lakinya.” (Shahih, HR. Ahmad, At-Tirmidzi, an-Nasa’i) Tidak bisa kita pungkiri yang dimaksud tukar cincin adalah saling memakaikan cincin ke jari laki-laki dan ke jari si perempuan. Lalu bagaimana jika cincinnya dari perak? Syaikh Ibnu Baaz, Ulama di Saudi pernah memberikan pernyataannya, “Kami tidak mengetahui dasar amalan ini dalam syari’at. Dan yang paling utama adalah dengan meninggalkan hal tersebut, baik cincin itu terbuat dari emas, perak atau selainnya.” Jadi bisa disimpulkan acara tukar cincin bukan ajaran agama Islam dan tidak ditemukan dalil tentang dibolehkannya hal itu.
  4. Dalam pernikahannya dulu mengikuti upacara adat yg bertentangan dengan syari’at agama Islam yang mulia. Agama Islam, agama yang Allah ridhoi dan cintai ini, sudah sangat sempurna ajarannya dalam segala hal, sampai dalam hal adab dan tata cara ketika di kamar mandi. Terlebih dalam hal yang besar dan mulia seperti pernikahan ini, semua sudah diajarkan. Wallahu A’alm…
  5. Kesalahan lainnya adalah melanggar apa yang sudah Allah dan Rasulullah larang. Seperti ketika acara Walimatul Urs seorang laki-laki berdandan begitu tampannya sampai mengabaikan larangan Nabi, yaitu mencungkur jenggot bagi laki-laki. Sebagaimana sabda beliau ini, “Cukurlah kumis dan peliharalah jenggot.” (Shahih, HR. al-Bukhori) lalu bagi si wanitanya, mencukur alis mata, mentato dan menyambung rambut demi mempercantik dirinya. Padahal hal itu semua adalah larangan dalam agama Islam, sebagaimana sabda beliau, “Allah melaknat wanita yang bertato, wanita yang minta ditato, wanita yang mencukur alis dan meminta dicukur alisnya dan wanita yang mengikir giginya agar tampak cantik, mereka telah merubah ciptaan Allah.” (HR. al-Bukhori) dan Rasulullah pun melaknat wanita yang menyambung rambut serta wanita yang meminta disambung rambutnya dan wanita yang membuat tato serta wanita yang minta ditato.” (Shahih, HR. al-Bukhori)
  6. Ketika akan dilangsungkan akad pernikahan, adanya kepercayaan hari baik dan hari buruk dalam melangsungkan pernikahan, hingga ditentukan hari itu. Hal ini pun termasuk kesalahan, karena tidak ada dasar ajarannya di dalam agam Islam yang mulia ini.
  7. Setelah doa kita panjatkan pada Allah, menembus langit-langit, melewati pintu-pintunya. Dan kita pun telah bertaubat kepada-Nya atas segala kesalahan yang kita lakukan dulu yang kita tahu atau kita belum mengetahuinya. Maka perkara berikutnya yang selayaknya kita lakukan adalah menyakini bahwa doa kita itu pasti dikabulkan Allah, taubat kita yang didasari keihklasan hanya karena-Nya akan diterima oleh Allah hingga keberkahan cinta yang diimpi-impikan akhirnya terwujudkan. Keberkahan cinta pun datang dan selalu menemani hingga ajal kita menjelang, hingga ruh terangkat ke langit yang terang.
Baca Juga  Kala Jantung Berdebar-Debar Melihat Sosoknya

Adapun tanda dari keberkahan Allah telah datang, kehidupan cinta semakin sejuk, tak ada kegaduhan yang mengundang murka Allah datang. Syari’at Allah dan sunnah Nabi Muhammad terasa sangat ringan kita lakukan. Hingga bidadari pun menaruh cemburu dan langit kelam menjadi saksi atas apa yang terjadi. Saat malam telah tiba, saat hanya orang-orang penuh cinta memanjatkan doanya kepada Allah Ta’aala. Bahkan Nabi berdoa untuk keduanya sebagaimana sabdanya,“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam untuk mengerjakan sholat & membangunkan istrinya sehingga ia sholat bersamanya dan semoga Allah merahmati pula seorang wanita yang bangun malam untuk mengerjakan sholat lalu ia membangunkan suaminya. Jika suami menolak, maka dia memercikkan air ke wajah suaminya.” (HR. An-Nasa’I, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, al-Hakim)

Baca Juga  Bismillah, Aku Langkahkan Kakiku ini Untuk Menikah

Semoga kehidupan cinta kita benar-benar diberkahi Allah, hingga tak ada lagi duka yang berlangsung lama, tak ada kesedihan karena pertengkaran yang menyesakkan dada.Tidak ada lagi kecemburuan yang mengundang rasa curiga di jiwa, terlebih sampai terbetik di hati ingin meninggalkannya.Semoga tidaklah demikian, karna cinta itu menguatkan dan bukan melemahkan.Cinta itu mengobati luka dan bukan mengukir derita, cinta itu mampu membawa bahagia dan bukan menenggelamkan kita dalam samudera duka.Itulah cinta dan hakekat keberadaannya, meski tak terlihat hakekatnya dia ada.

About the author

Salamuna.id

Salamuna.id adalah portal media bagi para Mahasiswa Muslim Indonesia yang sedang menempuh pendidikannya di berbagai negara.

Add Comment

Click here to post a comment