Uncategorized

Tuhan, Apa Yang Harus Aku Lakukan

“Perasaan di hatiku ini semakin kuat, serasa ada sehelai tali yang berusaha mengikat, hingga ku benar-benar melekat dan tidak berpaling ke lain akhwat. Tuhan apa yang harus aku lakukan hingga aku tidak terjatuh pada cinta yang salah. Apa yang harus aku lakukan agar aku mendapatkan keridhoan-Mu yang begitu mewah dari apa saja yang wah.”

“Aku tidak ingin cinta di hatiku ini menjadikan aku seorang yang terhina, terlebih jika cinta di hatiku ini membuatku tidak bahagia dan diserang virus-virus duka.Sungguh, hatiku ini ingin bahagia brsama cinta dan bukan sebaliknya. Lalu apa yang harus ku lakukan agar aku gapai kebahagiaan bersama seorang yang aku cinta penuh keikhlasan…”

Begitulah keluhku atas apa yang aku rasakan di dalam dadaku. Aku benar-benar bingung, harus aku apakan perasaan ini.Hingga aku terpuji karena cinta dan bukan tercela karenanya.Perasaan cinta itu sudah menjadi lumrah bagi manusia, namun tak sedikit yang salah kaprah dalam menyikapinya.Seperti ketika seorang wanita yang menyerahkan harga dirinya dan kehormatannya kepada seorang pemuda yang mengaku-ngaku mencintainya dengan jalan yang salah, dengan jalan berzina yang sudah jelas keharamannya.Tentu hal ini adalah kesalahan yang besar dan tidak selayaknya bagiku untuk melakukan.Karena aku hanya ingin cinta di dalam hatiku ini berbuah kebahagiaan yang diselimuti keridhoan Tuhan Rabb semesta alam, Allah Ta’aala yang tak layak jika diduakan.

Baca Juga  Profil Salamuna Community

Setelah merenung dan berdiam diri cukup lama, akhirnya ku membaca sebuah kata-kata indah dari seorang yang dikagumi sosoknya.Yang kisah cintanya membuat cemburu siapa saja.Ya, beliau adalah baginda Rasulullah yang telah memberikan jawaban dari hati kecilku ini yang tengah ditimpa kegelisahan tiada henti.Beliau bersabda, “Tidak ada yang bisa dilihat (lebih indah oleh) orang-orang yang saling mencintai seperti halnya pernikahan.”Dan para ilmuan, dokter dan kalangan lainnya telah sepakat bahwa kesembuhan dari sakit cinta adalah dengan menyatukan dua ruh & badan yang saling berdekatan.Dan tentu hal ini tidak mungkin bisa dilakukan kecuali dalam pernikahan yang sah secara agama Islam yang mulia ini, yang mengajarkan segala kebaikan sampai dalam hal percintaan.

Bahkan Rasulullah telah memberikan wasiat yang sangat mulia bagi para pemuda agar mereka terjaga dari perbuatan dosa. Dan agar mereka bisa menjaga rasa cinta yang ia punya dengan menikah. Karena hanya itu satu-satunya jalan yang bisa ditempuh seorang yang tengah jatuh cinta agar dia bisa bahagia bersama seorang yang dicintainya.Rasulullah bersabda, “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kalian mampu menikah.Maka hendaklah dia segera menikah karena pernikahan itu lebih mampu menahan pandangan mata dan lebih menjaga kemaluan.” (Shahih, Bukhori-Muslim)

Abu Muslim al-Khaulany berkata, “Wahai penduduk Khaulan, nikahkanlah pemuda dan pemudi kalian, karena gejolak cinta yang berkobar itu adalah masalah yang gawat.Maka buatlah persiapan untuk urusan itu dan ketahuilah bahwa tidak ada penolakan bagi siapa yang meminta izin untuk menikah.”

Baca Juga  Profil Salamuna Community

Imam Ibnul Qayyim pernah bercerita, “Bahwa Al-Atby menceritakan ada dua orang laki-laki yang mendatangi sebuah pohon yang besar dan rindang. Salah seorang diantara keduanya menulis syair lalu ditempelkan syair itu ke pohon, dia menuliskan;

              “Beritahukan padaku hujan yang turun…

              “Kebenaran pasti membawa kebahagiaan…

Lalu pemuda yang kedua juga melakukan hal yang sama dengan pemuda yang tadi dengan menulis syair lalu ditempelkan ke pohon itu, dia menuliskan;

“Adakah pecinta akan menemui kematian karena cinta…

              “Dan sembuh karena bertemu kekasih yang tercinta…

Lalu pada kesempatan yang lain, ketika keduanya kembali lagi ke pohon yang besar dan rindang itu, mereka menemukan sebuah jawaban.

Tak ada gunanya kau tanya pohon ini…

              Karena isi hatimu tak selamanya tersembunyi…

              Tiada kenikmatan yang dirasakan seorang yang jatuh cinta…

              Selain kenikmatan bertemu dengan kekasih yang dicinta…

Setelah mengetahui semua ini, ku tersadar bahwa jalan yang tepat dan agar cinta di hatiku ini selamat, dari godaan setan yang terlaknat adalah dengan menjalankan apa yang Nabi perintakan penuh hikmat. Ya itu adalah pernikahan yang menjadikan dua orang yang tengah jatuh cinta brada pada sebuah tali yang mengikat, yang menjadikan jiwa keduanya saling mendekat, hati keduanya saling merapat, tidak ingin ada kebencinan yang mencuat, terlebih kedengkian yang mampu menenggelamkan cinta yang dulunya begitu kuat.

Baca Juga  Profil Salamuna Community

Imam Ahmad pernah berkata, “Hidup membujang (tanpa mengenal cinta) itu sama sekali tidak termasuk dalam ajaran Agama Islam.” Nabi Muhammad sang Nabi panutan pun telah memberikan wejangan pada para pemuda untuk segera menikah demi menjaga harga diri dan agamanya. Dan menikah adalah sunnah Nabi yang tidak pantas jika sunnah beliau yang sangat begitu mulia, diabaikan begitu saja.

Bahkan Rasulullah bersabda tentang seorang yang jatuh cinta lalu mengikat cintanya itu dengan menikah, “Barang siapa yang dikaruniai oleh Allah dengan wanita (istri) sholihah, maka sungguh Allah telah membantunya untuk melaksanakan separuh agamanya.Maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dalam menjaga separuhnya lagi.” (HR. al-Hakim)

Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah memelihara yang separuhnya lagi.” (Hasan, HR. at-Thabrani)

Imam Nawawi berkata, “Rasulullah menjadikan taqwa ke dalam dua bagian, satu bagian (dapat diraih) dengan menikah dan satu bagian yang lain dengan selainnya. Imam Abu Hatim berkata, “Secara umum yang mengusai agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya, dan salah satu dari keduanya itu dapat dicukupi dengan menikah.”

About the author

Salamuna.id

Salamuna.id adalah portal media bagi para Mahasiswa Muslim Indonesia yang sedang menempuh pendidikannya di berbagai negara.

Add Comment

Click here to post a comment