Abu Uyainah As-Sahaby Resonansi Ruang Sakinah

Teringat Olehku Waktu Itu

Masih teringat dengan jelas di benakku, waktu itu. Ketika tengah merenung untuk apa hidup ini jika tanpa seorang teman pun menemani. Aku lihati burung-burung yang ada di ranting-ranting pohon, saling berpasang-pasangan di balik lebatnya dedaunan.Aku lihati awan yang saling berarak beriringan.

Aku lihat tumbuhan yang terlihat hijau ketika berada di antara pepohonan rindang. Aku amati rintikan hujan, yang berjatuhan dari langit selalu bersamaan dan berdampingan meski terlihat saling berebutan. Aku pun mengamati diriku sendiri yang tengah berdiri menatap alam luas yang tak hidup seorang diri.

Lalu muncullah sebuah pertanyaan di benakku.Jika mereka saling berpasangan dan bahkan mereka hidup saling berdampingan, kenapa aku hidup sendirian. Bukankah Adam pun merasa kesepian ketika dia hidup seorang diri, hingga Allah menciptakan Hawa untuk menemaninya di sana. Bukankah Ibuku selalu menemani Ayahku dalam kondisi bagaimana pun juga.Nabi Muhammad ditemani Ibunda Khodijah dalam menegakkah kalimat Allah.Para Ustadz Ahlu Sunnah juga mencari seorang wanita untuk menjadi pendampingnya demi menemaninya berdakwah.Para pujangga-pujangga pun mencari sosok gadis yang dicintai dan mereka pun mencintainya sepenuh jiwa.Lalu layakkah jika aku ini hidup seorang diri di sini tanpa seorang wanita yang aku cintai menemaniku di sisi kehidupan ini hingga aku mati, aduhai betapa sengsaranya aku jika hal demikian itu terjadi.Semoga hal yang buruk untuk siapa pun ini tidak terjadi, terlebih pada diriku yang tengah sendiri ini.

Sejak itu ku merenung lebih dalam tentang kehidupan andai tidak memiliki seorang pun pasangan.Apa yang akan terjadi jika demikian? Sejenak ku menatap langit yang tinggi dan ku temukan jawaban yang pasti bahwa semua ini sudah ketetapan dari Ilahi Rabbi. Dia menciptakan segala sesuatu di dunia ini saling memiliki pasangan dan ini diantara sifat-sifat Allah yang Maha Agung yang tidak membutuhkan sekutu dalam peribadahan kepada-Nya firman Allah (yang artinya); “Beribadahlah hanya kepada Allah tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu apa pun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua…” (An-Nisa; 36)

Baca Juga  Mimpi Yang Menyapa

Firman Allah tentang diri-Nya (yang artinya); “Katakanlah (Muhammad) Dialah Allah Yang Mahaesa.Allah tempat meminta segala sesuatu.(Allah) tidak beranak dan pula diperanakkan.Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (Al-Ikhlash: 1-4)

Firman Allah (yang artinya); “Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.” (Al-Kafirun: 1-6)

Setelah perenungan yang cukup panjang itu, ku pun berusaha melakukan apa yang pemuda-pemuda dan pujangga-pujangga di zaman dulu juga melakukan, seperti apa yang dilakukan Qais al-Majnun atau Muhammad Nur Romli. Yaitu mencari sosok seorang wanita sholihah yang aku cintai dan dia mencintaiku, meski aku tidak tahu dimana dia kini, hingga ku bisa menemukan sosoknya, lalu aku jadikan bidadari di hati, di atas perjanjian tali ikatan pernikahan suci, dilandasi perintah sang Nabi demi mendapatkan keridhoan sang Ilahi Rabbi yang telah menciptakan Adam dan Hawa dan keturunannya ke dunia ini.

Baca Juga  Awalnya Kuragu Melangkah, Demi Cinta Kuharus Menikah

Setelah melalui perjalanan panjang mencari sosok wanita sholihah yang dicintai.Saat itu aku pun melihat sosoknya untuk pertama kali, entah kenapa hatiku langsung terpesona, terasa jiwa ini ingin mengenalnya, bahkan aku sendiri tak kuasa menahan gemuruh yang bergejolak hebat di dada.Seketika dalam hati aku bertanya, apakah ini yang dinamakan cinta.Apakah perasaan seperti ini yang juga dirasakan oleh para pujangga, hingga mereka mampu merangkai kata-kata cinta untuk seorang yang mencintainya.Aku pun mencoba menerawang jauh ke dalam dada, mungkinkah perasaan ini juga dia rasakan.Ketika untuk pertama kali aku melihat sosoknya dan dia melihat sosokku. Tak banyak ku lakukan, hanya berdoa dan doa di waktu malam ketika manusia terlelap dan ku bangun sendirian. Semoga perasaanku ini terpuji, dijujuri oleh hati dan mampu mendatangkan keridhoan Ilahi, hingga ku bertemu dengannya untuk kedua kali dihadapan Ayahnya dan para saksi, ku telah resmi menjadikannya seorang istri, bidadari di hati. Dan semoga hal demikian benar-benar terjadi.

Firman-Nya tentang cinta & sayang untuk seorang istri tersayang (yang artinya);“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran-Nya) ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untuk dirimu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (ar-Rum: 21)

Baca Juga  Kala Jantung Berdebar-Debar Melihat Sosoknya

Suasana aku melihatnya dan dia melihatku namun belum bersatu di atas perjanjian tali pernikahan suci, seperti keberadaan langit dan bumi yang saling berjauhan namun pada hakekatnya mereka adalah pasangan abadi dan sejati. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Qur’an (yang artinya), “Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (ar-Rum: 22)

Dalam kesunyian yang mendalam dan dingin yang mulai menusuk tulang, ku sudah mantapkan hati untuk langkahkan kedua kaki, demi menemukan sosok yang ku diciptakan untuknya dan dia diciptakan untukku. Tak banyak aku berfikir apa yang akan terjadi nanti jika hal demikian itu benar terjadi. Aku hanya mampu berdoa kepada Allah Ta’ala semoga akhir dari pencarian cintaku ini berakhir bahagia dan mendatangkan keridhoan-Nya.Tidak ada seorangpun di dunia ini yang menginginkan hidupnya sengsara terlebih membawa duka yang membekas di dada.Meski tidak aku pungkiri bahwa cinta seorang wanita itu mampu membuat sosok laki-laki gagah perkasa menjadi tidak berdaya di hadapannya.

Tulisan itu sengaja di bagi gratis, disarikan dari bukunya yang ke 6, judulnya “JANGAN SALAHKAN AKU YANG MENCINTAIMU, SALAHKAN DIRIMU YANG TELAH MEMBUATKU JATUH CINTA”

Bersambung.. In Syaa Allah

About the author

Salamuna.id

Salamuna.id adalah portal media bagi para Mahasiswa Muslim Indonesia yang sedang menempuh pendidikannya di berbagai negara.

Add Comment

Click here to post a comment