Fiqih For Teen Hamdani Aboe Syuja’

Met Lebaran

Ahlan wasahlan sobat muda

Bulan Ramadhan akan segera berakhir, kita akan menghadapi sebuah hari yang besar, hari dimana seluruh kaum muslimin diseluruh penjuru dunia akan bergembiran dan bahagia. Hari untuk melepaskan lapar dan dahaga bulan Ramdhan, inilah hari kemenangan. Kemenangan setelah ujian kesabaran pusa..

Met lebaran sobat..

Karena keagungan dan kebesaran hari ini, tentu kita tidak ada yang mau melewatinya begitu saja bukan? Nah, Nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wallam telah memberikan beberapa kiat-kiat agar hari yang akan kita rayakan tersebut menjadi hari yang lebih barokah dan penuh dengan nuansa islami. Karena, masih banyak diluar sana sobat muda kita yang masih belum mengerti dengan maksud dan tujuan hari raya tersebut, masih banyak yang hanya untuk berfoya-foya, ikhtilath antara laki-laki dan perempuan, dan hal-hal lainnya yang membawa kesia-siaan serta murka Allah, pada hari seharusnya mereka mendapatkan begitu banyak kebaikan.

Hari tersebut merupakan ajang yang paling tepat untuk lebih mempererat hubungan silaturahmi antar kerabat, kawan-kawan serta saudara kaum muslimin pada umumnya. Walaupun silaturahmi bukan hanya pada hari tersebut.

‘Idul fitri..??

Hari ini juga dinamakan dengan hari ‘Idul Fitri, what? Yap, karena ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, melalui jalur Anas radhiallahu ‘anhu beliau berkata,

قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم المَدِيْنَةَ, وَلَهُمَا يَوْمَانِ يَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا, فَقَالَ: ((قَدْ أبدلكم اللهُ –تعالى- بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا, يِوْمُ الفِطْرِ وَ الأَضْحَى)). رواه النسائي وابن حبان بسند صحيح

Baca Juga  Antara Busur dan Anak Panah

“Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam datang ke Madinah dan (pada saat itu) penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang dipergunakan untuk bermain (dengan permainan) di masa jahiliyah. Lalu beliau bersabda, “Aku telah datang kepada kalian, dan kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain di masa jahiliyah. Sungguh, Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari yang lebih baik dari itu, yakni hari nahr (‘idul adha) dan hari fitri (‘idul fitri).” (HR. Nasaa’i dan Ibnu Hibban, shohih)

 

Kalo kita mau menilik dari segi bahasa, kata “ied” menunjukkan sesuatu yang kembali berulang-ulang, baik dari segi waktu dan tempatnya. Asal katanya adalah “al-‘Aud”. Nah, dinamakan Al-‘Ied, karena pada hari tersebut Allah memiliki berbagai macam kebaikanyang diberikan kembali untuk hamba-hambanya, yaitu bolehnya makan dan minum setelah sebulan dilarangnya, adanya zakat fitri, penyempurnaan haji dengan thawaf, penyembelihan daging kurban, dll. Dan terdapat pula kebaikan serta kebahagiaan yang terus berulang pada seyiap tahunnya (Ahkamul ‘Iedain, Karya Syaikh Ali bin Hasan)

 

Bahagia bersama ‘Idul Fitri

Agar Hari Raya ‘Idul Fitri lebih barokah dan penuh dengan faedah, karena apa yang kita lakukan semuanya untuk menggapai manfaat yang banyak, baik untuk dunia ataupun akhirat kita. Maka perhatikan beberapa tuntunan ajaran kita dalam hal ini,

  1. Mengucapkan takbir

Disunnahkan takbir sejak berangkat dari rumah menuju masjid, dan dianjurkan untuk sedikit mengeraskan suara, memperlihat syiar islam.

  1. Disunnahkan mandi, memakai pakaian yang paling indah serta wewangian, kecuali bagi perempuan
Baca Juga  Hari Gini Pacaran? Apa Kata Akhirat!!

Namun, tetap diperhatikan batasan-batasannya, seperti tidak boleh tabarruj (berhias yang melanggar syariat) bagi wanita, nggak memakai wewangian bagi perempuan, nggak memakai sutra bagi laki-laki.

  1. Makan sebelum berangkat ketempat sholat ‘Ied.

Diantara hikmahnya adalah agar orang tidak menyangka kalo masih ada puasa pada hari ‘Ied.

  1. Mengajak semua kawula untuk berangkat ke musholla (tempat shalat), laki-laki, wanita, anak-anak maupun orang tua.
  2. Melaksanakan shalat ‘Ied ditempat yang terbuka, lapangan. Kecuali ada udzur seperti hujan, dll
  3. Khutbah ‘Ied

Khutbah ‘Ied hanya dilakukan 1 kali, bukan dua kali dan dipisahkan dengan dengan duduk diantara keduanya. Dan dilakuakan setelah sholat ‘Ied.

  1. Pulang dari tempat sholat dengan jalan yang berbeda, baik itu imam ataupun makmum
  2. Saling melontarkan kalimat tahni-ah

Kalimat tahni-ah adalah ucapan selamat jika bertemu antar sesama muslim, Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

“Dari Jubair bin Nufair; beliau mengatakan, ‘Dahulu, apabila para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saling bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan taqabbalallahu minna waminkum’.” (Sanadnya Hasan; Fathul Bari, 2/446)

Yaitu mengucapkan,

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّ وَمِنْكُمْ

“Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian”

  1. Boleh bermain-main dan bernyanyi dengan duff

Diperbolehkan pada hari raya untuk bermain-main, bersenang-senang dan bernyanyi dengan nyanyian yang baik yang tidak mengangdung hal-hal yang melanggar syariat. Boleh dengan memakai alat music duff yang terbuat dari kulit, dan dilarang memakai alat-alat music seperti gitar, drum, seruling, dll.

Baca Juga  Hijab Today

 

Tata cara singkat sholat ‘Ied

Berikut penulis uraikan tata cara singkat sholat ‘Ied seperti yang dinukil dalam kitab fiqhu Sunnah karya Syaikh Sayyid Sabiq,

  • Sholat dilakukan sebanyak 2 raka’at
  • Sholat seperti biasa, hanya berbeda pada jumlah takbir
  • Raka’at pertama 7 kali takbir setelah takbiratul ihram
  • Raka’at kedua 5 kali takbir selain takbir qiyam (berdiri)
  • Mengangkat tangan pada setiap kali takbir
  • Raka’at pertama membaca surat…
  • Raka’at kedua membaca surat…..

Perlu diketahui bersama, bahwa mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum shalat ‘Ied adalah fardhu ‘Ain, berdasarkan hadist Rasulullah yang menyuruh semua kawula untuk berangkat ke musholla, wanita, pria, tua atau muda, baik yang haid maupun nggak (namun mereka tidak mendekati tempat sholat dan tidak melakukan sholat), juga menyuruh meminjamkan jilbab bagi peempuan yang tidak punya jilbab.

Adapun waktunya adalah antara terbit matahari setinggi tombak sampai tergelincirnya (waktu dhuha), menurut mayoritas ulama. Dan disunnahkan untuk mengakhiri sholat ‘Idul fitri, agar kaum muslimin memperoleh kesempatan untuk menunaikan zakat fitrah.

Sahabat muda…

Mari kita menyambut lebaran ini dengan penuh keceriaan, hilangkan rasa penat dan sibuk akan pekerjaan. Sambut hari ini dengan memperbaiki hubungan silaturahmi yang sempat putus atas kerabat, kawan-kawan dan saudara semuslim lainnya. Bahagiakan dirimu, bahagiakan anak-anak yatim dan fakir miskin. Bantu mereka dan buatkan mereka bahagia pula..

Wallahua’lam bis showab..

Villa Bina Qalbu-Cisarua, 05-Juni-2015

Hamdani Aboe Syuja’

About the author

Salamuna.id

Salamuna.id adalah portal media bagi para Mahasiswa Muslim Indonesia yang sedang menempuh pendidikannya di berbagai negara.

Add Comment

Click here to post a comment