Fiqih For Teen Hamdani Aboe Syuja’

Hari Gini Pacaran? Apa Kata Akhirat!!

Oleh: Hamdani Aboe Syuja’

 

Lagi-lagi virus merah jambu yang jadi sasaran pembahasan kita.  Yup, karena sudah menjadi pembicaraan publik dan juga sudah menjadi penyakit kalangan muda saat ini, maka tidak salah jika kita sering menyinggung masalah virus merah jambu ini, agar tidak ada lagi anak-anak muda yang tergelincir kedalam lubang kesesatan tersebut. (^-^).

Mungkin sobat bertanya kenapa kakak memilih judul diatas dengan kalimat tersebut, itu hanyalah sebuah symposium dari seseorang yang dikirim kepada kakak oleh salah seorang sahabat melalui whatsapp beberapa hari yang lalu, lengkapnya seperti ini, “Hari gini masih jomblo, apa kata dunia?. Hari gini masih pacaran, apa kata akhirat?” Nah, akhirnya terbetiklah dalam hati nurani kakak untuk membahas ujung dari symposium diatas.

Sobat muda kudu tahu, bahwa Allah telah mengharamkan zina secara mutlak.  Firman Allah dalam surat Al-Isra’ ayat 32, sudah sangat jelas keterangan tentang pengharamannya,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah engkau mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan seburuk-buruknya jalan”

Ada orang-orang yang berpikir minim dan ia pun lansung mengambil kesimpulan dari ayat diatas dengan menggunakan pikirannya yang minim tersebut, “Kan jangan mendekati zina? Kalo berzina boleh dong?”. Mungkin kalimat itu sudah tidak asing juga bagi sebagian sobat.

Nah, itukan jelas-jelas pemikiran yang salah, padahal ayatnya sangat jelas, mendekati zina saja dilarang apalagi melakukannya?. Berkaitan dengan ayat diatas, salah seorang ahli tafsir, Syaikh Abdurrahman bn Nashir As-sa’di mengatakan,

“Larangan mendekati suatu perbuatan nilainya lebih daripada semata-mata larangan melakukan suatu perbuatan karena larangan mendekati suatu perbuatan mencakup larangan seluruh hal yang dapat menjadi pembuka/jalan dan dorongan untuk melakukan perbuatan yang dilarang”.

Kemudian Beliau –rahimahullah- menambahkan sebuah kaidah yang penting dalam hal ini,

Baca Juga  Petuah Mudik

“Barangsiapa yang mendekati suatu perbuatan yang terlarang maka dikhawatirkan dia terjatuh pada suatu yang dilarang” [Lihat: Taisir Karimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan hal. 431, cetakan Beirut-Libanon]

 

Hari gini nggak pacaran?

Ada yag bilang, “Hari gini nggak pacaran?” seolah-olah ia berkesimpulan bahwa hari ini belum pacaran, ketinggalan zaman kali. Pacaran sudah menjadi hal biasa bagi mereka dan bahkan ia menganggap pacaran suatu hal keharusan yang apabila nggak dikerjakan akan dianggap bersalah pelakunya.

Sungguh dunia telah berbalik, norma-norma islam telah berganti menjadi hukum kosong dan seakan tidak bernilai sama sekali. Hukum islam telah berubah menjadi hukum liberal dan sekuler. Sangat sauh dengan islam sejatinya.

Sobat, apakah dengan tidak pacaran kamu akan merugi? Masa depanmu menjadi suram? Atau nggak akan dapat istri shalihah yang sakinah, mawaddah warahmah? Nggak juga kan?, Bahkan orang yang tidak berpacaran lebih baik kehidupannya setelah ia menikah, bukankah begitu kenyataannya?, berarti sangat salah jika ada orang yang beranggapan bahwa yang nggak pacaran masa depannya suram.

Pacaran adalah pintu utama menuju zina sperti yang tertera dalam surat al-Isra’ ayat 32 diatas dan merupakan pintu gerbang menuju segala kehancuran.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Baca Juga  Amalan agung di Bulan Ramadhan

Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….

Hanya satu jalan keluarnya, what’s that? Continu to reading..

 

Nikah, number one  solution

Yup, dengan menikah maka telah menjadi solusi yang tepat. Lebih-lebih nikah dini bagi sobat yang sudah siap untuk membina bahtera rumah tangga. Siap mengarungi samudra bersama dengan jalur menikah, nah pacaran setelah nikah lebih Allah ridhoi daripada pacaran diluar ikatan pernikahan.

Bukankah Nabi kita –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَـرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَـرْجِ. وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; sebab puasa dapat menekan syahwatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sob, pacaran setelah nikah akan lebih kekal daripada pacaran yang tidak pernah. So, pacaran setelah nikah pula lebih Allah ridhoi dan lebih kekal abadi.

Baca Juga  Di Jodohkan?

 

Masa depan anak bangsa diambang pintu kerusakan

Sobat, sangat memperhatikan masa depan bangsa kita. Anak-anak sekolah saat ini sudah di doktrin dengan pacaran islami sejak dini, bahkan hal yang sangat memprihatinkan, beberapa hari yang lalu kakak mendapatkan sebuah screnshoot gambar dan penjelasan cara berpacaran islami, dan ternyata itu pelajaran yang di pelajari oleh anak-anak Sekolah Dasar (SD), bab tentang pacaran islami telah ada dalam buku pelajaran mereka sekarang.

Lihatlah sob, orang kalo sudah meyakini sesuatu atau untuk menghahalkan sesuatu yang haram menurut nafsunya, dia akan mencarikan seribu cara untuk mempertahankannya.

Sudah sangat jelas nash-nash tentang haramnya pacaran, seperti yang telah kita sebutkan diatas. Tapi dibalik sana masih ada orang yang berusaha menghancurkan syariat islam ini perlahan dan pasti, mereka akan mendoktrin bahwa bolehnya pacaran islami, setelah itu? Pasti akan naik level menjadikan seseorang untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah diridhoi oleh Allah seperti pegang-peganan, cepika-cepiki, dan terakhir akan berujung pada perbuatan zina. Iyaadzan billah minhu.

Jangan kan pacaran islami, ngobrol dengan wanita yang bukan mahram aja tanpa keperluan tertentu sangat dilarang. Jadi jelas tidak ada istilah pacaran islam atau semacamnya dalam bentuk menghalalkan pacaran.

Wallahua’lam bisshawab

 

Cikarang, 30-Oktober-2014

Hamdani Aboe Syuja’

About the author

Salamuna.id

Salamuna.id adalah portal media bagi para Mahasiswa Muslim Indonesia yang sedang menempuh pendidikannya di berbagai negara.

4 Comments

Click here to post a comment