Abu Uyainah As-Sahaby Resonansi Ruang Sakinah

Bismillah, Aku Langkahkan Kakiku ini Untuk Menikah

Setegar apa pun bebatuan karang di lautan, dia akan tetap merasa kesepian tanpa gulungan ombak yang menghantam. Sehebat apa pun keberadaan angin yang berhembus kencang, rintikan-rintikan hujan mampu membuatnya tidak sendirian. Bahkan jika kedua makhluk ini bersatu, maka akan ada berita yang menghebohkan tidak berhenti menderu, “Baru saja terjadi guyuran hujan yang diiringi angin kencang.” Dan sungguh semua yang ada adalah kekuasaan Allah Ta’aala yang menciptakan sesuatu saling berpasang-pasangan.

Lalu bagaimana mungkin aku bisa hidup sendirian tanpa sosok yang menemaniku di dunia ini penuh keikhlasan.Sungguh, aku tidak ingin hidup sendirian, aku tidak ingin hidup tanpa sosok yang jiwaku sayang.Aku harus berani melangkah untuk menikah demi cintaku yang telah tertanam di dadaku sebagai amanah.Terlebih Nabi telah mewasiatkan bahwa cinta itu hanya mampu dibuktikan dalam pernikahan.Dan Allah Ta’aala telah berfirman di dalam al-Qur’an (yang artinya), “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32) Dan Rasulullah juga sudah menjanjikan, “Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapatkan pertolongan Allah; ‘Orang yang berjihad di jalan Allah, budak yang menebus dirinya supaya merdeka dan orang yang menikah karna ingin memelihara kehormatannya.’ (Hadits Hasan. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, an-Nasa’I, at-Tirmidzin Ibnu Majah)

Bahkan para Ulama berkata tentang membuktikan sebuah cinta dengan menikah, seperti Ibnu Mas’ud, “Seandainya aku tahu bahwa ajalku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah.Aku ingin pada malam-malam yang tersisa bersama seorang istriku yang tidak berpisah dariku.”Kemudian Thawus berkata, “Tidak sempurna ibadah seorang pemuda sampai dia menikah.” Kemudian Wahb bin Munabbih, “Perumpamaan orang yang belum menikah ialah seperti pohon yang ditiup angin yang berada di tengah padang pasir, yang dibolak-balikan oleng angin seperti ini dan seperti itu.”[1]

“Namun bagaimana aku harus memulai?”

“Ketika hati sudah mantap, langkah kedua kaki pun sudah siap.Namun bagaimana aku harus memulai untuk pernikahan itu?”

Mungkin ini satu diantara pertanyaan yang masih menggelayut di dada anak muda yang tengah jatuh cinta sepertiku.“Bagaimana aku harus memulai?” Jika hanya terdiam diri tanpa bergerak ingin mengetahui, tentu tak akan tahu bagaimana memulai pernikahan itu sesuai yang diajarkan agama Islam yang mulia ini. Yang harus dilakukan oleh seorang yang ingin menikah adalah sebagai berikut ini, sebagaimana yang dituliskan Ustdaz Yazid.

  1. Khitbah (Meminang Wanita Yang Disuka)
Baca Juga  Awalnya Kuragu Melangkah, Demi Cinta Kuharus Menikah

Khitbah adalah seorang laki-laki meminta seorang wanita untuk dinikahinya.Jika ini permohonannya dikabulkan maka kedudukannya tidak lebih sebagai janji untuk menikah.Namun pernikahan belum terlaksana dengannya dan wanita tersebut masih tetap sebagai wanita asing hingga laki-laki tersebut melangsungkan akad pernikahan dengannya. Khitbah atau meminang adalah pendahuluan sebuah pernikahan yang tidak membawa konsekuensi apa pun seperti yang terjadi pada pernikahan. Meminang bukan syarat sahnya pernikahan.Apabila pernikahan berlangsung dengan tanpa pinangan, maka pernikahan tersebut dinilai sah.Akan tetapi biasanya, meminang adalah sarana menuju pernikahan.Menurut jumhur ini adalah perkara yang diperbolehkan.”

Seorang laki-laki muslim yang akan menikahi seorang wanita muslimah hendaklah ia meminang terlebih dahulu karena dimungkinkan wanita itu sedang dipinang oleh laki-laki lain. Dalam hal ini Islam melarang seorang laki-laki muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain. Abdullah bin Umar berkata, “Nabi melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan juga melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkan dia atau mengizinkannya.” (Shahih, HR. Bukhori dan Muslim)

Jika seorang laki-laki telah melihat seorang wanita.Dan kedua orang itu sudah saling melihat satu dengan lainnya kemudian sudah bertekad bulat untuk menikah.Maka hendak lah masing-masing dari keduanya untuk sholat istikhoroh dan berdoa seusai sholat.Yaitu memohon kepada Allah agar memberi taufiq dan kecocokan serta memohon kepada-Nya agar diberikan pilihan yang baik baginya.

“Jika Pinanganku Sudah Diterima Olehnya”

Dan jika pinangan seorang laki-laki telah diterima seorang wanita.Maka yang harus dia lakukan berikutnya adalah sebagaimana yang dijelaskan berikut.

  1. Melangsungkan Akad Nikah

Setelah pinangan seorang laki-laki telah diterima oleh pihak wanita dan keluarganya maka langkah selanjutnya yang harus dia lakukan adalah melangsungkan aqad pernikahan dengan wanita yang dipinangnya. Dalam aqad pernikahan ada beberapa syarat, rukun dan kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu adanya;

  1. Adanya rasa suka sama suka (saling mencintai) dari kedua calon mempelai.
  2. Izin Dari Wali
  3. Saksi-Saksi
  4. Mahar
  5. Ijab Qabul
Baca Juga  Jangan Salahkan Aku Yang Mencintaimu, Salahkan Dirimu Yang Telah Membuatku Jatuh Cinta

Seorang wali, dan yang dimaksudkan wali adalah seorang yang paling dekat dengan wanita.Dan orang paling berhak untuk menikahkan wanita merdeka adalah ayahnya, jika tidak ada ayahnya maka kakeknya dan seterusnya ke atas.

Disyaratkan adanya wali bagi wanita karena Islam mensyaratkan adanya wali bagi wanita sebagai penghormatan bagi wanita, memuliakan dan menjaga masa depan mereka. Ini semata-mata untuk menutup pintu zina.Walinya lebih mengetahui dari pada wanita itu.Jadi bagi si wanita, wajib ada wali yang membimbing urusannya, mengurus akad nikahnya.Tidak boleh bagi seorang wanita menikah tanpa wali dan apabila ini terjadi maka tidak sah pernikahannya.Karena kehadiran wali bagi wanita sebagai syarat sahnya pernikahan.

Rasulullah bersabda, “Siapa saja wanita yang menikah tanpa seizin walinya, maka pernikahnya bathil (tidak sah), pernikahannya bathil, pernikahannya bathil.” (Shahih, HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hiban) Rasulullah juga bersabda, “Tidak sah pernikahan melainkan dengan wali.” (Shahih, HR. Abu Dawud, Ahmad dan lainnya)

Lalu jika wali si wanita sudah ada, maka yang harus diperhatikan berikutnya adalah meminta persetujuan wanita sebelum dinikahkan.Sebagaimana yg disabdakan Rasulullah, “Seorang janda tidak boleh dinikahkan kecuali setelah dimintai persetujuannya.Sedangkan seorang gadis tidak boleh dinikahkan kecuali setelah dimintai izinnya.”Para shahabat pun bertanya, “Lalu bagaimana izinnya?”Beliau menjawab, “Jika dia diam.” (HR. Bukhori)

Kemudian jika wali si wanita sudah ada, kemudian pinangan telah diterima dengan kerelaan si wanita untuk dinikahkan.Maka hal terpenting yang harus diperhatikan adalah adanya mahar.Pengertian mahar adalah sesuatu yang diberikan kepada istri berupa harta atau selainnya dengan sebab pernikahan. Mahar atau mas kawin adalah hak mutlak bagi seorang wanita yang harus dibayar oleh laki-laki yg akan menikahinya. Mahar merupakan milik seorang istri dan tidak boleh seorang pun mengambilnya, baik ayah maupun yang lain kecuali dengan keridhoan si wanita yang berhak atas mahar tersebut. Allah berfirman (yang artinya) “Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan….” (QS. An-Nisa: 4) Dan sebaik-baik mahar bagi si wanita adalah seperti yang Rasulullah sabdakan, “Sesungguhnya diantara kebaikan wanita adalah mudah meminangnya, mudah maharnya, mudah rahimnya.” (HR. Ahmad) Dalam riwayat lain Nabi bersabda, “Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah.” (Abu Dawud)

  1. Mengadakan Walimatul ‘Urs
Baca Juga  Ya Allah, Berkahilah Hubungan Cinta Kami

Setelah akad nikah berlangsung dan telah sah pernikahan.Maka diwajibkan untuk mengadakan walimah.Dan adapun pengertian dari walimah adalah istilah untuk makanan yang dihidangkan secara khusus dalam resepsi pernikahan.” Dan Walimatul ‘Urs hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah “Selenggarakanlah walimah meskipun hanya dengan mnyembelih seekor kambing.” (HR. al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, at-Tirmidzi dan derajat Hadits ini Shahih)

Rasulullah juga bersabda, “Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan dan sedangkan orang-orang miskin tidak diundang.Dan barangsiapa yang tidak menghadiri walimah maka dia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.” (shahih, HR. al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Rasulullah mewasiatkan tentang masalah hidangan ini, “Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang-orang mukmin.Dan jangan makan makananmu kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Hasan, HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi)[2]

“Lalu jika semua hal itu sudah dilakukan, apa yang harus dilakukan?Cukup dirimu & seorang yang engkau cintai yang tahu.Tidak perlu dibeberkan atau dituliskan di facebook agar dibaca dan diketahui semua orang.Itu sudah menjadi sebuah rahasia, yang wajib bagi kedua orang yang saling mencintai untuk menjaganya.”Ini pesan untuk siapa pun yang baru saja melangsungkan akad pernikahan dengan seorang yang sudah dijodohkan.

Jika masih penasaran apa yang harus dilakukan setelah pernikahan dilangsungkan, setelah seorang gadis yang dicintai telah resmi dan sah dimiliki. Tidak ada salahnya engkau melanjutkan membaca tulisan ini hingga pada lembaran terakhir dari buku ini, karna masih banyak hal-hal bermanfaat yang akan engkau dapat penuh nikmat, insya Allah.

[1]Lihat buku, “Panduan Keluarga Sakinah.” Karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadiz Jawas. Hal 22-23. Pustaka at-Taqwa.

[2] Bagi yang ingin mempelajari bab ini lebih lengkap, silahkan buka kitab-kitab fiqih para Ulama. Atau merujuk pada buku, “Panduan Keluarga Sakinah.” Karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka at-Taqwa-Bogor.

About the author

Salamuna.id

Salamuna.id adalah portal media bagi para Mahasiswa Muslim Indonesia yang sedang menempuh pendidikannya di berbagai negara.

Add Comment

Click here to post a comment